• Kalender Hijriyah

  • Amalia Hasanah

ASMAUL HUSNA (Ar-Razzaq, Al-Mughni, Al-Hamid dan Asy-Syakur)

A. Arti Asmaul Husna

Asmaul Husna terdiri dari dua kata, Asma dan Husna.

Asma artinya nama-nama. Sedangkan Husna artinya yang baik.

Jadi Asmaul Husna artinya nama-nama yang baik bagi Allah SWT.

Nama-nama Allah begitu agung dan mulia.

Asmaul husna adalah adalah tanda kebesaran dan kehebatan milik Allah.

Jumlah Asmaul Husna ada 99.

99 nama tersebut menggambarkan betapa baiknya Allah.

Nama-nama dalam Asmaul Husna ini Allah sendiri yang menciptakannya.

Dan orang yang menghafalkannya akan masuk syurga.

Seperti dalam sabda Rasulullah SAW. :

اِنَّ اللهَ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ اِسْمًا مِائَةً اِلاَّ وَاحِدً مَنْ اَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya : Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama yaitu 100 kurang satu. Siapa menghafalkannya masuk syurga (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).

Tempat manusia berdoa hanya kepada Allah SWT.

Dan termasuk doa yang dikabulkan Allah SWT adalah doa yang disertai dengan menyebut Asmaul Husna.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-A’raf ayat 180 :

Artinya : “Hanya milik Allah asmaul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Diantara asmaul Husna adalah  :

  • Ar-Razzaq
  • Al-Mughni
  • Al-Hamid
  • Asy-Syakur

B. 4 Asmaul Husna

Ar-Razzaq

Kata Ar-Razzaq diambil dari kata Razaqa atau Rizq yang artinya rezeki.

Contoh rezeki antara lain berupa pangan dan pemenuhan kebutuhan.

Dalam al-Qur’an kata ar-Razzaq terdapat dalam surat az-Zariyat ayat 58 :

Artinya : “Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”

Ar-Razzaq adalah Allah yang berulang-ulang dan banyak sekali memberi rezeki kepada mahluk-Nya.

Rezeki adalah segala pemberian Allah yang dapat dimanfaatkan.

Setiap makhluk telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT.

Tetapi bukan berarti Allah memberikannya begitu saja.

Manusia harus berusaha.

Misalnya agar kebutuhannya terpenuhi, maka manusia harus bekerja.

Jaminan Allah terhadap rezeki manusia, hewan dan tumbuhan berbeda-beda.

Karena kebutuhan manusia sangat banyak, maka manusia dianugerahi sarana yang lebih sempurna.

Manusia diberi akal, ilmu dan pikiran agar dapat memenuhi kebutuhannya.

Rezeki bayi dan orang dewasa pun berbeda.

Bayi hanya menunggu makanan yang siap dan menanti  untuk disuapi.

Sedangkan orang dewasa tidak demikian.

Allah menyiapkan sarana dan manusia diperintahkan mengolahnya.

Seperti firman Allah dalam surat al-Mulk ayat 15 :

Artinya : “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Karena itu Allah mengisyaratkan bahwa jaminan itu untuk semua yang bergerak.

sesuai firman Allah dalam surat Hud ayat 6 :

Artinya : “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

Rezeki berupa ilmu pengetahuan, tidak boleh disembunyikan.

Karena ilmu akan bertambah jika diamalkan atau disebarkan.

Berbeda dengan harta yang dapat berkurang karena diberikan.

Ilmu memelihara manusia sedangkan harta harus dipelihara manusia.

 

Al-Mughni

Al-Mughni artinya Allah yang memberi kekayaan.

Allah adalah zat yang memberi kekayaan kepada manusia.

Allah Maha Kaya dan juga Maha Pemberi kekayaan.

Kekayaan Allah tidak akan berkurang karena dibagikan kepada semua hamba-hamba-Nya.

Karena Allah benar-benar Maha Kaya.

Seperti dalam firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 64 :

Artinya : “Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. dan Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Manusia harus rajin bekerja dan berdoa kepada Allah.

Manusia yang rajin pasti akan diberi kekayaan oleh Allah.

Karena Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi Kekayaan.

Oleh karena itu berdoalah kepada Allah dengan membaca “Ya Mughni”.

Orang yang tidak mau berdoa kepada Allah berarti dia adalah orang yang sombong.

Apalagi jika ia berdoa kepada selain Allah berarti ia termasuk orang yang musyrik (menyekutukan Allah).

Kekayaan tidak hanya berupa uang yang melimpah, emas, dan sebagainya.

Tetapi sekedar mencukupi kebutuhan kita itu sudah merupakan kekayaan.

Karena kekayaan sejati adalah kekayaan hati.

Seperti dalam sabda Nabi Muhammad SAW :

لَيْسَ الْغِنىَ عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنىَ غِنىَ النَّفْسِ

Artinya : “Kaya itu bukanlah kaya harta, tetapi kaya jiwa atau hati ” (HR. Bukhari-Muslim).

Sifat Allah yang selalu memberi kepada hamba-hamba-Nya perlu kita contoh.

Apabila kita diberi kekayaan yang melimpah, bersyukurlah kepada Allah.

Salah satunya dengan cara bersedekah kepada orang yang membutuhkan.

 

Al-Hamid

Al-Hamid artinya Allah adalah Tuhan yang Maha Terpuji.

Hanya Allah pemilik segala pujian.

Apa yang kita miliki semua pemberian dari Allah.

Allah telah menciptakan air dan makanan untuk mencukupi kehidupan hamba-hamba-Nya.

Allah menganugerahkan kita panca indera untuk menikmati indahnya alam yang diciptakan oleh Allah.

Allah juga menciptakan udara untuk bernafas.

Allah pemilik segala yang ada di langit dan di bumi.

Seperti dalam firman Allah dalam surat as-Saba’ ayat 1 :

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. dan Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.”

Ucapkan Alhamdulillah sebagai tanda rasa syukur dan pujian kepada Allah.

Karena semua kenikmatan hanya berasal dari Allah.

Hanya Allah saja yang maha terpuji.

Allah tidak menyukai orang yang selalu pamer dan ingin dipuji.

Karena jika kita beribadah karena ingin dipuji, berarti ibadah kita tidak ikhlas.

Jika tidak ikhlas akan terjerumus kedalam sikap ria (selalu ingin dipuji).

Ikhlas adalah beribadah karena mengharap ridha dari Allah semata.

 

Asy-Syakur

Asy-Syakur artinya Allah yang Maha Mensyukuri (yang berterima kasih).

Sebagai bukti bahwa Allah bersifat asy-Syakur adalah Allah selalu memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Bahkan Allah melipatgandakan pahalanya.

Orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah, maka Allah akan membalasnya dengan menambah nikmat kepada orang tersebut.

Oleh karena itu, kita harus meneladani sifat tersebut.

Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik kepada kita.

Jika kita ditolong atau diberi sesuatu oleh orang lain maka ucapkanlah terima kasih.

Lebih baik lagi jika disertai dengan doa dengan mengucap Jazakallahu khairan kasiran yang artinya semoga Allah membalas kebaikanmu.

Orang-orang yang tidak mau berterima kasih kepada orang lain sama dengan ia tidak bersyukur kepada Allah SWT.

Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW. :

مَنْ لمَ ْيَشْكُرِ النَّاسَ لمَ ْيَشْكُرِ اللهَ

Artinya : “ Barang siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: