• Kalender Hijriyah

  • Amalia Hasanah

AKHLAQ KETIKA BERPAKAIAN, MAKAN MINUM DAN BERSIN

A. Adab Berpakaian

Berpakaian adalah menggunakan sesuatu untuk menutupi tubuh.

Pakaian merupakannikmat Allah yang diberikan kepada para hamba-Nya.

Islam mengajarkan agar seorang muslim berpakaian dengan pakaian islami.

Sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan oleh Allah dan rasul-Nya.

Berikut ini adab-adab berpakaian yang harus dilaksanakan oleh seorang muslim :

1. Menutup aurat

Allah telah memberi nikmat kepada manusia berupa pakaian dan perhiasan. Karena itu manusia wajib menggunakan nikmat tersebut.

Seperti dalam firman Allah dalam surat al-A’raf ayat 26 :

Artinya : “Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

2. Mendahulukan yang kanan

Ketika memakai pakaian, nabi mencontohkan untuk mendahulukan yang kanan. Seperti sabda nabi SAW.

اِذَ انْتَعَلَ اَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْنِ وَاِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِيَكُنْ الْيُمْنىَ اَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَ اَخِرُهُمَا تُنْزَعُ

Artinya: “Apabila  (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

3. Pakaian harus bersih dan rapi

Seorang muslim tidak boleh berperilaku jorok.

Pakaian yang kotor harus dicuci supaya bersih.

Setelah kering, agar rapi pakaian harus disetrika.

Pakaian yang kotor jika tetap dipakai maka akan membuat badan kita gatal.

Anak yang tidak rapi dan jorok akan dijauhi teman.

4. Seorang laki-laki tidak boleh memakai pakaian wanita begitu juga sebaliknya

Dalam islam tidak diperkenankan lelaki memakai pakaian wanita.

Wanita pun tidak boleh  memakai pakaian laki-laki.

Karena hal ini dapat menyebabkan “tassabuh” atau kemiripan.

5. Tidak boleh bermewah-mewahan dalam berpakaian

Seorang muslim tidak boleh berlebihan dalam berpakain.

Apalagi disertai niat pamer akan harta yang dimilikinya.

Pakaian yang baik bukan pakaian yang mewah.

Tapi pakaian yang menutup aurat.

6. Membaca doa

Ketika memakai pakaian dianjurkan untuk membaca doa.

Doa memakai pakaian adalah :

اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَاهُوَ لَهُ وَاَعُوْذَبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَ لَهُ

Artinya : “Ya Allah aku minta kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan yang ada padanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini. Dan kejahatan yang ada padanya.”

7. Tidak boleh tergesa-gesa

Memakai pakaian tidak boleh tergesa-gesa.

Karena tergesa-gesa adalah perbuatan setan.

 

B. Adab Makan Minum

Makan dan minum adalah kebutuhan pokok manusia.

Makanan dan minuman berfungsi untuk memelihara kesehatan badan.

Jika badan sehat maka manusia bisa melaksanakan ibadah kepada Allah.

Manusia yang beribadah akan mendapatkan kemuliaan dan kesenangan diakhirat.

Karena itu, makan tidak boleh karena hawa nafsu semata.

Berikut ini adab makan dan minum sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW. :

1. Adab sebelum makan

  • Makan dan minum dari yang halal dan baik.

Seperti firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 172 :

ِArtinya : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah olehmu dari (sesuatu) yang baik yang Kami anugerahkan padamu.”

Allah juga melarang makan makanan yang haram dan meragukan.

Misalnya daging babi dan minuman keras.

  • Makan dan minum dengan niat untuk menguatkan diri dalam beribadah kepada Allah.

Makan dan minum kita akan mendapatkan pahala jika diniatkan karena Allah. Karena, sesuatu yang mubah apabila diniati baik maka akan menghasilkan pahala bagi seorang muslim.

Seperti sabda Nabi Muhammad SAW. :

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى…

“Sesungguhnya setiap perbuatan dilandaskan pada niat, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkan”.

  • Mencuci tangan sebelum makan. Karena bisa jadi ada kotoran di tangan.
  • Duduk dengan sopan. sebagaimana sabda Rasulullah SAW. : “Aku tidak makan dengan bertelekan/bersandar, sesungguhnya aku seorang hamba, aku makan sebagaimana seorang hamba makan dan aku duduk sebagaimana seorang hamba duduk.” (HR. Al-Bukhari).
  • Tidak mencaci dan mencela makanan.

Apabila menyukainya dimakan, dan apabila tidak ditinggalkan.

Abu Hurairah r.a menjelaskan: “Rasulullah SAW. tidak pernah mencela makanan, apabila beliau menyukainya ingin beliau memakannya, jika tidak suka beliau meninggalkannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Adab ketika bersantap

  • Memulai makan atau minum dengan mengucapkan basmalah atau doa sebelum makan.

Doa sebelum makan yang diajarkan Rasulullah adalah sebagai berikut :

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَناَ فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

Apabila lupa berdoa, maka sebutlah nama Allah dengan mengucapkan ‘Bismillahi awwalahu wa akhirahu’.

  • Makan dengan tangan kanannya. Mengecilkan suapan.

Memakan yang paling dekat dengannya

Tidak dari tengah piring.

Sebagaimnana sabda Rasulullah SAW kepada Amr bin Salamah:

يَا غُلاَمُ  سَـمِّ اللهَ وَكُلْ بِيَمَينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ

“Hai anak kecil, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang di dekatmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Termasuk sunnah Rasulullah SAW., yaitu makan dengan jari.

Apabila makanan yang berair boleh dimakan dengan mamakai sendok.

  • Mengunyah dengan baik.
  • Menghindari makan terlalu kenyang.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

اَلْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مَعْيٍّ وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ

“Orang-orang mu’min makan dengan satu usus dan orang kafir makan dengan tujuh usus” (HR. Bukhari)

  • Tidak minum langsung dari mulut teko/poci (makruh hukumnya).

Seperti diceritakan dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah melarang seseorang minum dari mulut tempat minuman atau teko.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

 

3. Adab sesudah makan

  • Mencuci mulut

Mencuci mulut dengan buah berfungsi untuk membersihkan mulut.

  • Berdoa

Sesudah makan kita diwajibkan berdoa.

Berikut adalah doa yang diajarkan oleh rasulullah :

اَلْحَمْد ُِللهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَاناَ وَ جَعَلَنَا مِنَ المُسْلِمِيْنَ

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita makanan dan minuman dan menjadikan kita orang-orang muslim” (HR. Tirmizi)

  • Mencuci tangan

Setelah makan kita perintahkan mencuci tangan kita.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. :

مَنْ نَامَ وَفِي يَدِهِ غَمْرُ –رِيْحِ اللَّحْمِ-وَلََمْ يَغْسِلْهُ فَاصَابَهُ شَئٌ فَلاَ يَلُوْمَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ

“Barangsiapa yang tidur sementara tangannya dipenuhi bau daging dan dia belum mencucinya lalu ditimpa oleh sesuatu maka janganlah dia mencela kecuali dirinya sendiri” (HR. Ahmad)

  • Membereskan peralatan makan

Setelah makan sebaiknya jangan langsung meninggalkan tempat makan.

Tetapi peralatan makan kita bereskan terlebih dahulu.

Piring yang kotor ditaruh ditempat cucian atau langsung dicuci.

 

C. Adab Bersin

Bersin adalah keluarnya udara bercampur titik air dari lubang hidung.

Bersin biasanya karena ada yang menyebabkannya.

Penyebabnya bisa berupa udara kotor, lembab, debu atau karena sakit.

Biasanya bersin menimbulkan suara dan hembusan yang kuat.

Bersin sebetulnya adalah penyakit.

Karena itu kita tidak boleh bersin sembarangan.

Karena itu sama saja dengan menyebarkan penyakit.

Berikut ini adab-adab yang harus dilakukan ketika bersin :

  • Ketika bersin arahkan ketempat kosong. Tidak boleh mengarah ke makanan atau minuman. Apalagi diarahkan kewajah orang tidak diperbolehkan.
  • Menutup hidung dengan telapak tangan, tisu atau sapu tangan.
  • Bersihkan hidung dengan tisu atau sapu tangan setelah bersin.
  • Membaca alhamdulillah. Sebagai tanda syukur kepada Allah karena memperingatkan agar waspada penyakit ringan. Karena bersin biasanya adalah tanda penyakit flu. Kita harus segera mengobatinya supaya terhindar dari penyakit yang lebih besar
  • Merendahkan suara. Tidak boleh dengan sengaja membuat suara yang keras. Karena akan mengganggu orang disekitarnya.

Jika ada orang yang bersin kita tidak boleh mengejeknya.

Tetapi  kita harus mendoakannya.

Doakanlah dengan bacaan يَرْحَمُكَ اللهُ (yarhamukallah).

Yarhamukallah artinya semoga Allah menyayangimu.

Mendoakan orang yang bersin adalah perbuatan yang terpuji.

Jika didoakan kita menjawab dengan bacaan يَِهْدِيْكُمُ اللهُ (yahdikumullah).

Yahdikumullah yang artinya semoga Allah memberi petunjuk kepadamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: