• Kalender Hijriyah

  • Amalia Hasanah

AKHLAQ TERCELA (SIKAP MALAS)

A. Definisi Akhlaq Tercela

Akhlaq tercela artinya perilaku buruk.

Misalnya sombong, serakah, malas dan sebagainya.

Islam melarang kita untuk berprilaku buruk.

Karena prilaku buruk dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Orang yang berakhlaq tercela akan mendapatkan dosa.

Bahkan diberi azab oleh Allah.

Seperti kisah raja fir’an.

Karena kesombongannya ia ditenggelamkan dilaut merah.

Juga seperti kisah Qarun.

Karena keserakahannya ia tertimbun bersama hartanya.

Lawan akhlaq tercela adalah akhlaq terpuji.

Akhlaq terpujilah yang harus dimiliki oleh setiap muslim.

Sebaliknya akhlaq tercela harus dihindari.

 

 

B. Definisi Malas

Malas adalah salah satu akhlaq tercela.

Malas berarti enggan melakukan sesuatu atau berat hati.

Malas juga diartikan menunda-nunda pekerjaan.

Orang malas disebut pemalas.

Pemalas adalah orang yang merugi.

Ia tidak mempergunakan waktu sebaik mungkin.

Seperti kata mutiara :

اَلْْوَقْتُ كَالسَّيْفِ اِنْ لَمْ تَقْطَعُهُ قَطَعَكَ

Artinya : “Waktu itu bagaikan pedang kalau kamu tidak memanfaatkannya, ia pasti akan memenggalmu.”

Waktu yang telah lewat tidak dapat diulangi lagi.

Kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Sifat malas merugikan diri sendiri.

Bahkan bisa merugikan orang lain.

Orang yang malas sulit untuk bisa sukses.

Anak yang malas belajar akan menjadi bodoh.

Anak yang bodoh tidak akan naik kelas.

Sedangkan orang yang malas bekerja akan menjadi miskin.

Allah menyukai orang yang selalu berusaha.

Kita tidak hanya berdoa tetapi harus berusaha.

Sebagaimana firman Allah dalam surat ar-Ra’ad ayat 12 :

Artinya : “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Islam melarang kita untuk berprilaku malas.

Anak yang malas akan dijauhi teman.

Agar terhindar dari sifat malas berdoalah kepada Allah dengan membaca :

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ

Artinya : ”Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari sifat lemah dan malas”.

Ciri-ciri orang yang malas :

  • Tidak ada keinginan untuk maju
  • Menunda-nunda pekerjaan
  • Sulit untuk berhasil
  • Tidak mempunyai semangat

Nabi Muhammad telah menyatakan :

  • Orang yang rugi adalah orang yang mempunyai kesempatan belajar tetapi tidak mau belajar.
  • Orang yang mempunyai kesempatan beribadah tetapi tidak mau beribadah.

 

C. Meneladani kisah masa remaja nabi Muhammad

Nabi Muhammad dilahirkan dikota Makkah.

Pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah.

Atau bertepatan dengan 20 April 571 M.

Beliau dilahirkan dari suku Quraisy.

Yaitu suku yang paling terhormat ditengah masyarakat Arab.

Beliau berasal dari bani Hasyim.

Bani Hasyim juga paling terhormat ditengah suku Quraisy.

Nabi Muhammad lahir dalam keadaan yatim.

Ayahnya telah meninggal ketika beliau masih dalam kandungan.

Sedangkan ibunya meninggal ketika Nabi berusia 6 tahun.

setelah itu nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.

Tetapi ketika Nabi Muhammad berusia 8 tahun kakeknya meninggal dunia.

Kemudian nabi Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

Pekerjaan Abu Thalib adalah beternak dan berdagang.

Muhammad rajin membantu pekerjaan pamannya.

Pagi hari Muhammad menggiring domba ke padang pasir.

Menjaga domba-dombanya dari ancaman binatang buas.

Muhammad juga membantu pamannya berdagang.

Beliau tidak malu mengantar dagangan kepasar

Muhammad selalu jujur dalam berdagang.

Sehingga beliau mendapat gelar al-Amin.

Al-Amin artinya dapat dipercaya.

Masa muda nabi Muhammad tidak dilalui dengan malas-malasan.

Beliau memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Dengan cara menggembalakan kambing penduduk Makkah.

Pada usia 12 tahun Abu Thalib mengajak Muhammad berdagang ke Syam. Perjalanan ke Syam sangatlah berat bagi anak usia 12 tahun.

Tetapi Muhammad tetap berani dan siap menghadapi tantangan.

Dalam perjalanan itu terjadi keajaiban.

Sinar matahari yang terik tidak dirasakan Muhammad.

Ada segumpal awan yang menaunginya.

Awan itu menarik perhatian seorang pendeta.

Pendeta itu bernama Bukhairah.

Ia seorang ahli kitab Taurat dan Injil.

Setelah berbincang-bincang dengan Abu Thalib.

Pendeta Bukhairah yakin bahwa Muhammad adalah nabi akhir zaman.

Karena semua ciri-ciri ada dalam kitab Taurat dan Injil.

Dia berpesan kepada Abu Thalib untuk menjaga Muhammad.

Pada usia 15 tahun Muhammad telah membantu peperangan.

Yakni Harbul Fajar antara suku Quraisy dan kinanah disatu pihak.

Dan dengan suku Qais ‘Allan dipihak lain.

Pada usia 25 tahun Nabi Muhammad dipercaya oleh Khadijah.

Khadijah adalah seorang saudagar yang kaya raya.

Nabi Muhammad membawa dagangan milik Khadijah.

Dengan ditemani pembantu Khadijah yang bernama Maisarah.

Muhammad tidak pernah berbuat curang.

Karena itu relasinya semakin banyak.

Mereka senang karena Muhammad tidak pernah menipu.

Muhammad pun mendapat keuntungan yang melimpah.

Khadijah kagum dengan keluhuran budi Muhammad.

Akhirnya Khadijah menikah dengan nabi Muhammad.

Pada saat itu Khadijah berusia 40 tahun.

Sedangkan nabi Muhammad berusia 25 tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: