• Kalender Hijriyah

  • Amalia Hasanah

AKHLAQ TERCELA (SIKAP SOMBONG)

A. Pengertian Sombong

Orang yang selalu merasa lebih dari orang lain adalah orang yang sombong.

Merasa lebih pintar, lebih kaya, lebih kuat, lebih cantik, lebih ganteng dan seterusnya.

Orang sombong selalu menganggap orang lain tidak sepadan dengannya.

Sikap sombong disebut juga tinggi hati, takabur, angkuh dan congkak.

Sikap sombong harus dijauhi oleh setiap muslim. Karena sombong adalah perbuatan tercela.

Karena semua yang dimiliki manusia pada hakikatnya adalah milik Allah. Seperti firman Allah dalam surat al-A’raf ayat 48 :

Artinya : “Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.”

Orang sombong akan mendapatkan dosa dan tidak akan masuk surga. Seperti sabda nabi Muhammad SAW :

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Artinya : ”Tidak akan masuk syurga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong (takabbur) walaupun seberat zarrah”

Sombong adalah perbuatan setan. Orang yang sombong berarti dia adalah temannya setan.

Setan telah dikeluarkan Allah dari surga karena kesombongannya.

Akibat dari sikap sombong sangatlah buruk, antara lain :

  • Dibenci oleh Allah. Seperti dalam firman Allah dalam surat an-Nisa ayat 36 :

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”

  • Dibenci nabi Muhammad. Karena tidak mengikuti teladan yang diajarkannya.
  • Membuat sedih orang tua dan guru
  • Akan menimbulkan perselisihan dan permusuhan
  • Akan masuk neraka
  • Temannya adalah setan.
  • Ketika dalam kesusahan tidak ada yang mau menolongnya

 

B. Meneladani kisah masa kecil nabi Muhammad

Nabi Muhammad lahir diMakkah pada tanggal 12 Rabiul Awal 571 masehi.

Tahun kelahiran nabi Muhammad disebut tahun gajah.

Karena bersamaan dengan tahun penyerangan ka’bah oleh pasukan gajah.

Ayah nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abdul Muthalib.

Ayah nabi Muhammad meninggal sewaktu nabi masih dalam kandungan.

Sedangkan ibunya bernama Siti Aminah binti Wahab.

Nabi Muhammad berasal dari kabilah bani Hasyim.

Kabilah ini memiliki kedudukan yang mulia dikalangan suku Quraisy.

Muhammad artinya orang yang terpuji.

Nama Muhammad adalah pemberian dari kakeknya, Abdul Muthallib.

Abdul Muthalib berharap Muhammad akan menjadi orang yang memiliki akhlaq yang terpuji.

Kakek nabi Muhammad merupakan salah satu pemuka suku Quraisy yang cukup disegani.

Pekerjaannya adalah sebagai penjaga sumur zam-zam.

Nabi Muhammad kecil disusui oleh Halimatus Sa’diyah.

Karena adat didaerah tersebut seorang anak tidak menyusu kepada ibunya.

Selama mengasuh Muhammad Halimah seperti mendapat keberkahan.

Keadaan ekonominya membaik.

Ternaknya sehat dan berkembang pesat.

Nabi Muhammad berbeda dengan anak-anak yang lain.

Pada usia lima bulan nabi Muhammad sudah bisa berjalan.

Pada usia sembilan bulan ia sudah bisa bicara.

Pada usia dua tahun ia sudah menggembala kambing bersama anak-anak Halimah.

Pada usia empat tahun nabi Muhammad dikembalikan kepada ibunya.

Pada usia empat tahun Muhammad mengalami kejadian yang luar biasa.

Dadanya dibelah oleh dua malaikat dan kotoran-kotoran dalam hatinya dibuang.

Sehingga yang tinggal hanya sifat-sifat terpuji.

Bahkan ketika dalam kandungan telah nampak irhas dalam diri Muhammad.

Hal ini digambarkan oleh ibunya, Aminah.

Ketika Muhammad masih dikandunganku. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari diriku. Cahaya itu menyinari istana-istana Basrah dinegeri Syam.

Ketika nabi Muhammad berusia enam tahun ibunya meninggal dunia.

Kemudian nabi diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.

Nabi diasuh oleh kakeknya hanya dua tahun saja.

Karena Abdul Muthalib meninggal karena sakit tua.

Selanjutnya nabi Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

Abu Thalib adalah orang yang disegani dan dihormati oleh suku Quraisy.

Abu Thalib termasuk keluarga yang kurang mampu.

Namun setelah mengasuh Muhammad Abu Thalib seperti mendapat berkah.

Keluarganya selalu kecukupan walaupun makanan yang ia punyai hanya sedikit.

Muhammad tumbuh sebagai onak yang cerdas dan baik hati.

Abu Thalib selalu mendahulukan kepentingan nabi Muhammad dari pada anak-anaknya.

Tetapi nabi Muhammad tidak pernah sombong.

Nabi Muhammad menggembala ternak bersama putra-putra Abu Thalib.

Sejak kecil beliau suka kerja keras.

Beliau mengerjakan pekerjaannya dengan sabar dan tekun.

Walaupun kasih sayang pamannya sangat berlebih.

Tetapi tidak menjadikannya manja dan malas-malasan.

Dari kisah nabi Muhammad tersebut dapat diambil pelajaran sebagai berikut:

Meskipun orang tua dan berkedudukan kita kaya kita tidak boleh sombong. Karena harta, kedudukan, kecerdasan yang kita miliki hanya milik Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: