• Kalender Hijriyah

  • Amalia Hasanah

KALIMAT TAYYIBAH TASBIH

A. Arti Kalimat Tayyibah Subhanallah

Subhanallah berasal dari dua kata, yaitu Subhan dan Allah

Subhan artinya Maha suci

Subhanallah artinya Maha Suci Allah.

Allah suci dari sifat-sifat kekurangan.

Suci zatnya, sifatnya dan perbuatannya.

Allah tidak pernah bersikap buruk seperti kebanyakan manusia.

Seperti suka berbohong, berkelahi dan menyombongkan diri.

Allah tidak memiliki sifat-sifat demikian.

Sebagai hamba-Nya kita harus meniru sifat Allah tersebut.

Kita tidak boleh menjadi orang yang sombong, serakah dan sebagainya.

Subhanallah disebut juga bacaan tasbih.

Artinya pengakuan bahwa Allah Maha Suci.

Allah tidak pernah berbuat kesalahan.

Allah juga tidak menghendaki keburukan terhadap makhluq-Nya.

Membaca tasbih harus diikuti dengan perbuatan baik.

Seperti menolong orang yang membutuhkan dan sebagainya.

Dalam al-Qur’an terdapat 8 surat yang dibuka dengan tasbih.

Kata Subhan disebutkan al-Qur’an sebanyak 25 kali.

Semuanya menetapkan sifat terpuji bagi Allah.

Serta menunjukkan tinginya keutamaan tasbih.

Zikir yang utama adalah bacaan tasbih.

Bacaan tasbih yang lengkap adalah :

Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.

Bacaan tasbih mempunyai banyak keutamaan.

Seperti disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، قاَلَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “لأن أَقُوْلُ: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ إلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر، أَحَبَّ إِلَي مما طلعت عليه الشمس”.

Artinya : ”Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit.” (HR. Bukhari Muslim)

Juga dalam hadis :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ ، اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، فِيْ يَوْمٍ، مِائَةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ. وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ”.

Artinya : ” Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah saw. Bersabda : ”Barang siapa membaca (artinya) Maha Suci Allah dan segala puji untuk-Nya dalam sehari 100 kali, maka akan diampuni kesalahannya walaupun sebanyak air buih lautan.”

Kalimat tasbih menggambarkan Allah tidak terbatas seperti makhluk-Nya.

Allah yang menciptakan baik buruk.

Allah juga yang menciptakan surga dan neraka.

Untuk membalas setiap perbuatan manusia.

Allah yang menciptakan segala sesuatu didunia ini.

Oleh karena itu kita wajib mengingat Allah.

Salah satunya dengan cara bertasbih.

Memuji ciptaan Allah tidak boleh berlebihan.

Karena bisa menimbulkan perbuatan syirik.

Syirik adalah menyembah selain Allah.

Bertasbih boleh dilakukan dimana saja.

Asalkan tidak bertasbih ditempat-tempat yang kotor.

Seperti kamar mandi dan WC.

Dengan bertasbih berarti kita memuji Allah.

Serta selalu berfikir positif terhadap Allah.

Dengan demikian akana bertambahlah keimanan kita.

 

 

B. Waktu Pengucapan Kalimat Tayyibah Suhanallah

Agar semakin dekat dengan Allah perbanyaklah membaca kalimat tayyibah.

Salah satunya adalah memperbanyak membaca Subhanallah.

Berikut ini adalah waktu yang tepat untuk membaca Subhanallah :

1. Ketika melihat ciptaan Allah yang menakjubkan

Ucapkan Subhanallah ketika kita melihat pemandangan yang elok.

Gunung-gunung yang megah.

Atau ciptaan-ciptaan Allah yang lainnya

Ketika kita merasa kagum maka ucapkanlah Subhanallah

2. Ketika melihat ciptaan Allah yang menakutkan.

Misalnya ketika melihat petir atau mendengar guntur.

3. Ketika berzikir

Salah satu zikir yang disukai Allah adalah Subhanallah.

Kalimat Subhanallah selalu diamalkan oleh para malaikat

Zikir ini baik diamalkan sesudah salat fardu sebanyak 33 kali.

Seperti hadis nabi :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، قاَلَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “كَلِمَتَانِ خَفِيْفتََانِ عَلىَ الِّلسَانِ، ثَقِيْلَتَانِ فِيْ الْمِْيزَانِ، حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ. سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ. سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ”.

Artinya : ” Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah saw. Bersabda : ”Dua kalimat yang ringan dibaca diatas lisan tetapi berat timbangan pahalanya, dan disukai oleh Allah yang Maha Pengasih,  yaitu (artinya) Maha Suci Allah dan segala puji untuk-Nya Maha Suci Allah yang Maha Besar.”

4. Ketika dalam keadaan lupa.

Seperti menyampaikan lupa amanah orang lain.

Atau menegur imam yang lupa bacaan / gerakan salat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: