• Kalender Hijriyah

    [gigya src="http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Hijri-Calendar-Converter-3311-8192_134217728.widget?__install_id=1303615704808&__view=expanded" width="150" height="260" flashvars="&col1=33FF99&dayAdd=0&cal=true&lang=en" swliveconnect="true" quality="best" loop="false" menu="false" wmode="transparent" allowScriptAccess="sameDomain" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.adobe.com/go/getflashplayer"]
  • Amalia Hasanah

    Unknown's avatar

PERJANJIAN HUDAIBIYYAH

Pada bulan Zulkaidah tanggal 6 Maret 628 M atau 6 H. Nabi Muhammad SAW. berangkat menuju Makkah. Beliau disertai 1.400 kaum muslimin yang bertujuan menunaikan ibadah haji. Mereka sama sekali tidak mempunyai niat untuk berperang. Oleh karena itu mereka tidak membawa senjata. Kedatangan kaum muslimin diketahui oleh orang-orang Quraisy. Mereka mengira kaum muslimin akan menyerang. Mereka menyiapkan pasukan dibawah pimpinan Khalid bin Walid.

Ketika rombongan Nabi Muhammad SAW. tiba di lembah Hudaibiyah, unta Nabi Muhammad berhenti. Hal itu merupakan isyarat dari Allah SWT. Agar kaum muslimin berhenti ditempat itu. Kaum Quraisy mengirimkan  Budail bin Warqa dari Bani Khuza’ah untuk menanyakan maksud kedatangan kaum muslimin. Tetapi kaum Quraisy tidak mempercayai jawaban kaum muslimin yang menjawab bahwa kedatangan mereka semata-mata untuk beribadah. Mereka kemudian mengutus Mikras bin Hafs. Jawaban yang didapat pun sama. Karena belum yakin kaum Quraisy mengirimkan Halis bin Alqamah dan Urwah bin Mas’ud.

Sementara itu, Nabi Muhammad mengirimkan Khurasy bin Khuza’ah al-Khuza’i dan Usman bin Affan untuk meyakinkan kaum Quraisy.  Atas jaminan Aban bin Sa’id bin As, Usman bin Affan memasuki kota Makkah. Akan tetapi tidak lama kemudian tersiar kabar bahwa Usman telah meninggal dunia. Mendengar kabar tersebut, Nabi Muhammad dan para sahabat yang menyertainya mengangkat sumpah setia. Mereka saling membela, tidak akan lari, tidak takut mati dan terus berjuang dalam keadaan apapun. Sumpah setia tersebut disebut baitur ridwan.

Tetapi ternyata Usman bin Affan masih hidup. Ia hanya ditahan dan akhirnya dibebaskan oleh kaum Quraisy. Akan tetapi peristiwa baitur ridwan telah membuat kaum Quraisy gentar. Mereka mengirimkan Suhayl bin Amr untuk berunding dengan nabi Muhammad.

Dalam perundingan tersebut, nabi Muhammad memanggil Ali bin Abi Thalib untu mencatat tuntutan yang diajukan oleh Suhayl bin Amr. Nabi Muhammad meminta Ali menulis kalimat Bismillah ar-Rahman ar-Rahim Muhammad Rasulullah. Tetapi Suhayl keberatan, ia meminta diganti dengan kalimat bismika allahumma (Dengan Nama-Mu Ya Allah).

Isi perjanjian hudaibiyyah sebagai berikut :

  1. Muhammad dan rombongannya akan kembali ke Madinah tanpa mengunjungi Ka’bah pada kesempatan ini. (Sikap ini menunjukkan bahwa Muhammad saw. tidak memaksakan kehendaknya terhadap kaum Quraisy). Namun tahun depan pada saat yang sama, kaum Muslimin akan kembali ke Mekkah sebagai peziarah, dan pada saat itu, kaum Quraisy harus mengosongkan kota Mekkah selama tiga hari untuk memberi kesempatan kepada Muhammad saw. dan kaum Muslimin melaksanakan ibadah Umrah Qadha di Ka’bah Baitullah dengan damai.
  2. Dilakukan gencatan senjata 10 tahun antara Mekkah dan Madinah, dengan syarat: Muhammad mengembalikan ke Mekkah anggota Quraisy yang telah menjadi Muslim dan melakukan hijrah tanpa ijin dari penjaga mereka (kepala suku); tetapi Quraisy, tidak diwajibkan mengembalikan setiap Muslim yang membelot ke Mekkah.
  3. Suku-suku Badui dibebaskan memilih untuk membentuk aliansi dengan Mekkah atau Madinah. (Ini perkembangan politik yang sangat penting. Dan sebagian besar, memilih beraliansi dengan Madinah).

Perjanjian Hudaybiyah membawa hikmah sebagai berikut :

  1. Masa damai memberikan kesempatan kepada Nabi Muhammad SAW. untuk menyebarkan risalah kepada kerajaan-kerajaan lain. Diantaranya adalah Raja Gassan, Abbessinia, Persia dan Romawi.
  2. Tujuan kaum muslimin untuk dapat menakhlukkan kota Makkah semakin terbuka.

PERANG HUNAIN

Terjadi pada tahun kedelapan Hijrah. Tepatnya tanggal 10 Safar atau dua minggu setelah peristiwa Fathu Makkah. Peperangan ini meletus di pegunungan Hunain. Rasulullah Saw. dapat menghimpun tentara sebanyak 12.000 orang. Pasukan paling depan adalah dari Bani Sulaim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Sedangkan nabi Muhammad SAW. berada dibarisan paling belakang dengan menunggang seekor bagal putih.

Sedemikian banyaknya jumlah tentara muslimin sehingga sebagian kecil menyombongkan diri bahwa kemenangan pasti akan mereka dapatkan. Mendengar ucapan tersebut Allah menurunkan surat at-Taubah ayat 25-26 yang berbunyi : “

Karena kesombongan inilah mereka lengah. Ketika baru menyeberang Wadi Hunain, pasukan musuh menyerang kaum muslimin secepat kilat. Bergugurlah barisan-barisan orang-orang yang menyombongkan diri. Melihat hal tersebut, Abu Sufyan berguman, “Mereka tidak akan berhenti sebelum sampai ke laut”. Ia memang masih mempunyai dendam terhadap kaum muslimin. Syaibah bin Usman bin Talha, seorang bekas pemimpin musyrikin Makkah seperti Abu Sufyan berkata, “Kini saatnya aku membalas Muhammad atas kematian bapakku di Uhud dulu”. Sementara Kalada bin Hanbal mengatakan, “Sepertinya sihir Muhammad sudah tidak mempan lagi”.

Melihat suasana yang kacau, Rasulullah segera memperingatkan mereka agar bertobat dan minta ampun, juga menyerukan agar mengubah tujuan perang mereka semula yang ingin mendapatkan harta rampasan agar mengubah dengan berniat menegakkan agama Allah. Pada perang ini, suku Tsaqif dan Hawazin yang menyerang kaum muslimin memang membawa serta anak, istri serta harta kekayaan mereka.

Berkat pertolongan Allah Swt. keadaan menjadi berbalik, pasukan muslimin dapat dengan leluasa menguasai medan. Musuhpun akhirnya lari tunggang langgang. Termasuk pimpinannya yaitu Malik bin Auf. Akhirnya kemenangan dapat diperoleh dengan gampang. Pada perang inilah kaum muslimin mendapatkan banyak harta rampasan yang terdiri dari 22.000 ekor unta, 40.000 ekor kambing, 4.000 auqiyah perak dan 6.000 tawanan. Semua harta tersebut dimanfaatkan oleh Rasulullah untuk syiarnya Islam.

PERANG KHANDAQ

Terjadi pada tahun kelima Hijrah. Perang ini berawal dari kaum Yahudi yang melanggar perjanjian perdamaian dengan umat Islam. Mereka bergabung dengan kaum kafir Quraisy. Jumlah pasukan musuh seluruhnya mencapai 10.000 orang yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Sedangkan Nabi hanya dapat mengumpulkan sebanyak 3000 prajurit muslim. Sesuai saran Salman Al-Farisi, kaum muslimin menggali parit untuk lubang perlindungan diperbatasan kota Madinah. Dengan demikian pasukan musuh akan terhambat. Salman al-Farisi adalah seorang sahabat dari Persia. Ia memiliki banyak pengalaman tentang seluk beluk peperangan yang belum dikenal didaerah Arab. Nabi Muhammad menyetujui usul tersebut.

Penggalian parit tersebut berlangsung selama enam hari. Ketika Salman dan beberapa kaum muslimin menggali parit, mereka menemukan gumpalan batu putih yang sangat keras. Semua alat tidak mampu memecahkan batu tersebut. Salman melaporkan hal tersebut kepada Nabi Muhammad. Nabi pun segera datang dengan membawa kapak. Pada pukulan pertama, batu itu pecah sepertiganya dan mengeluarkan kilatan cahaya dari arah Syam. Hal itu diramalkan oleh Nabi Muhammad sebagai isyarat penakhlukkan Syam (Suriah). Pada pukulan kedua, sepertiga lagi pecah dan mengeluarkan cahaya dari arah Persia. Hal itu diramalkan oleh Nabi Muhammad sebagai isyarat penakhlukkan Persia. Pukulan ketiga memecahkan sepertiga sisa batu tersebut dan memancarkan cahaya dari arah Yaman. Hal itu diramalkan oleh Nabi Muhammad sebagai isyarat penakhlukkan Yaman.

Ketika pasukan Ahzab tiba di Madinah, mereka heran melihat keadaan tersebut. Mereka belum pernah menyaksikan strategi seperti itu sebelumnya. Pengepungan pun terjadi selama sebulan lamanya. Selama itu pula tidak pernah terjadi peperangan terbuka. Kedua belah pihak hanya salaing melemparkan panah dan perang tanding. Beberapa ksatria Quraisy seperti Amr bin Abdul Wudd, Ikrimah bin Abu Jahal dan Dinar bin Khattab maju menyebrangi parit. Mereka menantang perang tanding. Mereka dihadapi oleh pahlawan-pahlawan Islam seperti Ali bin Abi Thalib.

Sekalipun jumlah tentara musuh lima kali lipat lebih besar, namun berkat pertolongan Allah kaum muslimin dapat memenangkan peperangan. Dalam perang ini, 700 orang lelaki Bani Kuraizah dihukum bunuh oleh tentara muslim karena dosa mereka yang besar sekali. Maka berakhirlah riwayat bangsa Yahudi di Madinah. Mereka banyak yang pindah ke Syiria dan Khaibar.

Perang khandaq adalah perang yang unik. Dikatakan unik karena dalam perang ini tidak seorang Muslimpun keluar dari kota Madinah. Perang ini berupa perang urat syaraf. Kaum Muslimin dikepung di dalam kota Madinah selama hampir sebulan. Yang mengepung adalah pasukan kafir Musyrikin yang bersekutu bersama Yahudi. Ahzab artinya pasukan yang bersekutu. Kata ahzab sendiri berarti kelompok, golongan atau partai. Maksudnya adalah gabungan kelompok-kelompok yang membenci kaum muslimin yang bersatu untuk menghancurkan nabi Muhammad dan para pengikutnya.

PERANG UHUD

Pertempuran Uhud adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badr. Tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.

Kisah ini ditulis di Surat Ali ‘Imran ayat 140-179. yang menjelaskan kekalahan di Uhud adalah ujian dari Allah (ayat 141), ujian bagi Muslim mu’min dan munafik (ayat 166-167).”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar (ayat 142)? Bahkan jika Muhammad sendiri mati terbunuh, Muslim harus terus berperang (ayat 144), karena tiada seorang pun yang mati tanpa izin Allah (ayat 145). Lihatlah para nabi yang tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah (ayat 146). Para Muslim tidak boleh taat pada kafir (ayat 149), karena Allah Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut (ayat 151).”

Awalnya kaum Muslim hampir saja memenangkan peperangan ketika kemudian perhatian mereka teralihkan. Ketika tentara Muslim melihat para wanita Quraisy mengangkat bajunya sehingga menampakkan gelang pergelangan kaki dan kaki mereka, tanpa peduli akan perintah Muhammad, mereka meninggalkan tempat jaga mereka lalu mengejar wanita-wanita itu. Karena itulah Allah mengijinkan kaum Quraisy membunuhi para Muslim yang meninggalkan kedudukannya sebagai suatu ujian (ayat 152-153). Tentara Muslim kalah karena salah mereka sendiri (ayat 165).

PERANG BADAR

Pertempuran Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadhan 2 Hijriah. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313, orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.

Sebelum pertempuran ini, kaum Muslim dan penduduk Mekkah telah terlibat dalam beberapa kali konflik bersenjata skala kecil antara akhir 623 sampai dengan awal 624, dan konflik bersenjata tersebut semakin lama semakin sering terjadi. Meskipun demikian, Pertempuran Badar adalah pertempuran skala besar pertama yang terjadi antara kedua kekuatan itu. Muhammad saat itu sedang memimpin pasukan kecil dalam usahanya melakukan pencegatan terhadap kafilah Quraisy yang baru saja pulang dari Syam, ketika ia dikejutkan oleh keberadaan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar. Pasukan Muhammad yang sangat berdisiplin bergerak maju terhadap posisi pertahanan lawan yang kuat, dan berhasil menghancurkan barisan pertahanan Mekkah sekaligus menewaskan beberapa pemimpin penting Quraisy, antara lain ialah Abu Jahal alias Amr bin Hisyam.

Bagi kaum Muslim awal, pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh mereka di Mekkah. Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia, serta memperkokoh otoritas Muhammad sebagai pemimpin atas berbagai golongan masyarakat Madinah yang sebelumnya sering bertikai. Berbagai suku Arab mulai memeluk agama Islam dan membangun persekutuan dengan kaum Muslim di Madinah; dengan demikian, ekspansi agama Islam pun dimulai.

PERISTIWA FATHU MAKKAH

Nabi Muhammad bersabda pada peristiwa Fathu Makkah : “Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman, barang siapa yang menutup pintu rumahnya ia akan aman, dan barang siapa yang memasuki Masjidil Haram ia akan aman

A. Sebab-sebab peristiwa Fathu Makkah

Masa perjanjian Hudaibiyah digunakan Nabi Muhammad SAW. untuk menyebarkan Islam kepada raja-raja disekitar tanah Arab. Tanggapan raja-raja pun beragam ada yang menerima dan ada yang menolak dakwah Nabi Muhammad SAW. Selama masa perjanjian Hudaybiyah pula dakwah Islam sudah menjangkau seluruh semenanjung Arab. Semua itu membuat keadaan kaum kafir Quraisy makin terpojok.

Diantara isi perjanjian Hudaybiyah adalah bahwa semua suku diperbolehkan bersekutu, baik itu dengan kaum muslimin maupun dengan kaum Quraisy.  Kaum muslimin bersekutu dengan bani Khuza’ah sementara kaum Quraisy bersekutu dengan bani Bakar. Karena suatu permasalahan bani Bakar menyerang bani Khuza’ah, mereka membunuh beberapa orang dari bani Khuza’ah dan menghancurkan desa mereka. Keadaan semakin parah ketika suku Quraisy membantu bani Bakar. Tindakan tersebut jelas melanggar isi perjanjian Hudaibiyah.

Bani Khuza’ah mengadukan hal tersebut kepada Nabi Muhammad SAW. Mendengar hal tersebut, Nabi Muhammad segera meminta kaum muslimin melakukan persiapan guna menakhlukkan kota Makkah. Mendengar itu, kaum Quraisy merasa gentar. Nabi Muhammad menyampaikan tiga pesan kepada kaum Quraisy, yaitu :

  1. Kaum Quraisy membayar diyat (denda)
  2. Kaum Quraisy memutuskan persekutuan dengan bani Bakar
  3. Kaum Quraisy menyatakan perjanjian Hudaybiyah tidak berlaku lagi.

Kaum Quraisy akhirnya memilih pilihan ketiga. Akan tetapi kaum Quraisy segera menyadari kekeliruannya, mereka segera mengirim Abu Sufyan ke Madinah untuk memperbaharui pilihan mereka. Akan tetapi usaha mereka sia-sia.

B. Kemenangan Kota Makkah

Persiapan-persiapan untuk berangkat ke Makkah segera dilakukan, tetapi persiapan itu masih dirahasiakan. Tetapi salah seorang sahabat bernama Hatib bin Balta’ah menulis surat kepada kaum kafir Quraisy, ia memberitahukan segala sesuatu yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Ia mengirimkan surat tersebut melalui seorang wanita. Perbuatan Hatib ini akhirnya tercium juga oleh Nabi Muhammmad. Nabi segera mengutus Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam untuk mengambil kembali surat tersebut. Akhirnya surat tersebut dapat terambil.

Pada bulan Ramadhan tahun 8 H, Kaum muslimin berhasil mengumpulkan 10.000 tentara.  Menjelang Fathu Makkah pemimpin Quraisy yaitu Abu Sufyan menyatakan diri memeluk Islam. Sebagai penghormatan pada peristiwa Fathu Makkah Nabi Muhammad bersabda : Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman, barang siapa yang menutup pintu rumahnya ia akan aman, dan barang siapa yang memasuki Masjidil Haram ia akan aman”.

Kaum yang melawan ketika peristiwa fathu Makkah adalah kaum Ikrimah da Sufyan. Selebihnya penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam. Nabi Muhammad sama sekali tidak merasa dendam terhadap penduduk Makkah. Sebaliknya Nabi Muhammad memaafkan seluruh kesalahan penduduk Makkah pada masa lalu.

Nabi Muhammad memasuki Makkah dari arah atas. Beliau dan seluruh kaum muslimin bersyukur atas kemenangan yang diraih kaum muslimin. Nabi Muhammad SAW. segera memasuki Masjidil Haram, serta menghancurkan berhala-berhala yang ada disekeliling ka’bah yang berjumlah 360 berhala. Setelah itu Nabi Muhammad membacakan surat al-Isra’ ayat 81 yang berbunyi : “Kebenaran sudah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”. (QS. Al-Isra’/17: 81).

Adapun Faktor-faktor yang membuat kaum muslimin berhasil menakhlukkan kota Makkah adalah :

  1. Hilangnya pengaruh Yahudi. Hal ini disebabkan suku-suku Yahudi, Bani Qainuqa, Bani Nadir dan Bani Quraizah dihukum oleh Nabi Muhammad SAW. karena membelot. Sebelumnya, mereka adalah pembantu utama kaum Quraisy.
  2. Kaum Muslimin makin berpengaruh dalam segala seni kehidupan bangsa Arab
  3. Tidak ada lagi suku lain yang bersedia membantu kaum Quraisy dalam menghadapi kaum muslimin
  4. Kondisi kaum Quraisy semakin melemah setelah pemuka-pemuka mereka masuk Islam. Seperti Khalid bin Walid dan Amru bin As.

KALIMAT TAYYIBAH TASBIH

A. Arti Kalimat Tayyibah Subhanallah

Subhanallah berasal dari dua kata, yaitu Subhan dan Allah

Subhan artinya Maha suci

Subhanallah artinya Maha Suci Allah.

Allah suci dari sifat-sifat kekurangan.

Suci zatnya, sifatnya dan perbuatannya.

Allah tidak pernah bersikap buruk seperti kebanyakan manusia.

Seperti suka berbohong, berkelahi dan menyombongkan diri.

Allah tidak memiliki sifat-sifat demikian.

Sebagai hamba-Nya kita harus meniru sifat Allah tersebut.

Kita tidak boleh menjadi orang yang sombong, serakah dan sebagainya.

Subhanallah disebut juga bacaan tasbih.

Artinya pengakuan bahwa Allah Maha Suci.

Allah tidak pernah berbuat kesalahan.

Allah juga tidak menghendaki keburukan terhadap makhluq-Nya.

Membaca tasbih harus diikuti dengan perbuatan baik.

Seperti menolong orang yang membutuhkan dan sebagainya.

Dalam al-Qur’an terdapat 8 surat yang dibuka dengan tasbih.

Kata Subhan disebutkan al-Qur’an sebanyak 25 kali.

Semuanya menetapkan sifat terpuji bagi Allah.

Serta menunjukkan tinginya keutamaan tasbih.

Zikir yang utama adalah bacaan tasbih.

Bacaan tasbih yang lengkap adalah :

Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.

Bacaan tasbih mempunyai banyak keutamaan.

Seperti disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، قاَلَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “لأن أَقُوْلُ: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ إلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر، أَحَبَّ إِلَي مما طلعت عليه الشمس”.

Artinya : ”Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit.” (HR. Bukhari Muslim)

Juga dalam hadis :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ ، اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، فِيْ يَوْمٍ، مِائَةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ. وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ”.

Artinya : ” Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah saw. Bersabda : ”Barang siapa membaca (artinya) Maha Suci Allah dan segala puji untuk-Nya dalam sehari 100 kali, maka akan diampuni kesalahannya walaupun sebanyak air buih lautan.”

Kalimat tasbih menggambarkan Allah tidak terbatas seperti makhluk-Nya.

Allah yang menciptakan baik buruk.

Allah juga yang menciptakan surga dan neraka.

Untuk membalas setiap perbuatan manusia.

Allah yang menciptakan segala sesuatu didunia ini.

Oleh karena itu kita wajib mengingat Allah.

Salah satunya dengan cara bertasbih.

Memuji ciptaan Allah tidak boleh berlebihan.

Karena bisa menimbulkan perbuatan syirik.

Syirik adalah menyembah selain Allah.

Bertasbih boleh dilakukan dimana saja.

Asalkan tidak bertasbih ditempat-tempat yang kotor.

Seperti kamar mandi dan WC.

Dengan bertasbih berarti kita memuji Allah.

Serta selalu berfikir positif terhadap Allah.

Dengan demikian akana bertambahlah keimanan kita.

 

 

B. Waktu Pengucapan Kalimat Tayyibah Suhanallah

Agar semakin dekat dengan Allah perbanyaklah membaca kalimat tayyibah.

Salah satunya adalah memperbanyak membaca Subhanallah.

Berikut ini adalah waktu yang tepat untuk membaca Subhanallah :

1. Ketika melihat ciptaan Allah yang menakjubkan

Ucapkan Subhanallah ketika kita melihat pemandangan yang elok.

Gunung-gunung yang megah.

Atau ciptaan-ciptaan Allah yang lainnya

Ketika kita merasa kagum maka ucapkanlah Subhanallah

2. Ketika melihat ciptaan Allah yang menakutkan.

Misalnya ketika melihat petir atau mendengar guntur.

3. Ketika berzikir

Salah satu zikir yang disukai Allah adalah Subhanallah.

Kalimat Subhanallah selalu diamalkan oleh para malaikat

Zikir ini baik diamalkan sesudah salat fardu sebanyak 33 kali.

Seperti hadis nabi :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، قاَلَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “كَلِمَتَانِ خَفِيْفتََانِ عَلىَ الِّلسَانِ، ثَقِيْلَتَانِ فِيْ الْمِْيزَانِ، حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ. سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ. سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ”.

Artinya : ” Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah saw. Bersabda : ”Dua kalimat yang ringan dibaca diatas lisan tetapi berat timbangan pahalanya, dan disukai oleh Allah yang Maha Pengasih,  yaitu (artinya) Maha Suci Allah dan segala puji untuk-Nya Maha Suci Allah yang Maha Besar.”

4. Ketika dalam keadaan lupa.

Seperti menyampaikan lupa amanah orang lain.

Atau menegur imam yang lupa bacaan / gerakan salat.

SALAT LIMA WAKTU

A. Pengertian Salat

Salat adalah ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan tertentu.

Diawali dengan bacaan takbiratul ikram dan diakhiri dengan bacaan salam.

Salat yang dilakukan dengan benar dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Seperti dalam firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45 :

Artinya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Salat lima waktu hukumnya wajib.

Seperti firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 43 : 

Artinya : “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku'”

Orang yang tidak salat berarti berdosa.

Dia akan mendapatkan siksa diakhirat nanti.

Dengan melakukan salat kita akan mengingat Allah.

Semakin sering kita mengingat Allah kita akan mengenal Allah.

Sehingga akan muncul rasa cinta kepada Allah.

Serta keimanan kita pun akan bertambah.

Salat lima waktu disebut salat fardu.

Macam-macamnya yaitu salat subuh, zuhur, asar, maghrib dan isya’.

Sebelum salat kita harus bersuci dahulu.

Yaitu dengan cara berwudu.

Wudu adalah syarat sahnya salat.

Seperti firman Allah dalam surat al-Maidah ayat 6 :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”.

Ketika salat pakaian dan tempat kita juga harus bersih dan suci.

Karena ketika salat kita menghadap sang pencipta, yakni Allah.

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersih dan menjaga kebersihan.

Salat fardu lebih baik jika dilaksanakan secara berjamaah, daripada sendiri.

Karena pahala salat berjamaah lebih besar yaitu dua puluh tujuh derajat.

 

B. Waktu dan bilangan salat

Salat zuhur jumlahnya empat rakaat. Dilakukan pada waktu siang hari.

Waktunya mulai matahari tergelincir dari pertengahan langit siang hari.

Berakhir ketika bayangan sesuatu yang ditegakkan sama dengan dirinya.

Walaupun pada siang hari kita masih sibuk dengan kegiatan kita.

Kita tidak boleh melupakan salat zuhur.

Pekerjaan kita hentikan sejenak untuk melaksanakan salat zuhur.

Salat ashar jumlahnya empat rakaat. Dilakukan pada waktu sore hari.

Waktunya setelah habis waktu zuhur dan berakhir saat matahari terbenam.

Setelah beraktifitas disiang hari tentunya kita lelah.

Tetapi jangan sampai lupa melaksanakan salat ashar.

Salat maghrib jumlahnya tiga rakaat. Dilakukan menjelang malam.

Waktunya mulai setelah matahari terbenam.

Berakhir sampai hilangnya mega merah disebelah barat.

Waktu salat maghrib sangat pendek.

Sehingga kita harus segera melaksanakannya.

Karena menunda-nunda salat adalah perbuatan yang tidak baik.

Salat yang baik adalah diawal waktu.

Salat isya’ jumlahnya empat rakaat. Dilakukan dimalam hari.

Waktunya mulai hilangnya mega merah disebelah barat.

Berakhir pada tengah malam.

Sebelum tidur jangan lupa kita salat isya’ dahulu.

Salat subuh berjumlah 2 rakaat.

Waktunya mulai terbit fajar sodiq.

Fajar sodiq yaitu garis putih yang melintang dari selatan ke utara dikaki langit sebelum timur.

Berakhir hingga terbit matahari.

Walaupun dipagi hari kita masih mengantuk.

Tetapi jangan sampai lupa mengerjakan salat subuh.

Segeralah ambil air wudu.

Lawan sifat malas kita karena itu adalah godaan dari setan.

Setan selalu menggoda agar kita meninggalkan salat.

Jadi, dalam sehari semalam ada 17 rakaat.

Ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika salat.

Misalnya berhadas, berkata-kata, terbuka auratnya, makan dan minum, tertawa. Karena jika hal-hal tersebut dilakukan dapat membatalkan salat.

 

C. Gerakan Salat

Niat

Berdiri sempurna menghadap kiblat.

Pandangan mata ke tempat kening ketika sujud.

Menghadapkan hati hanya kepada Allah

.

 

 

 

 

Takbiratul Ikram

Mengangkat kedua tangan.

Ibu jari sejajar dengan telinga bagian bawah.

Kedua telapak tangan menghadap kearah kiblat.

Kemudian membaca takbir (Allahu akbar) artinya Allah maha besar.

Bersedekap

Letakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri di dada.

Harus khusyu dan tawadhu’.

Mata tidak boleh melirik-lirik.

Pusatkan pikiran hanya kepada Allah serta merendahkan diri.

Kemudian membaca doa iftitah.

Dilanjutkan surat al-Fatihah.

Kemudian serta membaca salah satu surat atau ayat al-Qur’an.

 

Rukuk

Membaca Allahu akbar bersamaan dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Punggung dibungkukkan hingga rata dengan kepala.

Telapak tangan diletakkan dilutut.

Kemudian membaca doa ketika rukuk.

 

Iktidal

Berdiri tegak sesudah rukuk.

Mengangkat tangan seperti takbiratul ikram sambil mengucap سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهْ .

Lalu tangan dilepaskan kebawah lurus dengan badannya.

 

 

 

 

Sujud

Cara bersujud adalah lutut diletakkan dulu. Membaca takbir tanpa mengangkat kedua tangan keatas.

Kemudian disusul kedua tangan terbuka diletakkan ditempat sujud.

Disusul dahi dan ujung hidung menempel pada tempat sujud.

Kemudian membaca doa ketika sujud.

Jadi yang diletakkan ketika sujud ada tujuh anggota badan, yaitu

  • Dahi dan hidung
  • Telapak tangan kanan
  • Telapak tangan kiri
  • Lutut kanan
  • Lutut kiri
  • Ujung-ujung jari kaki kanan
  • Ujung-ujung jari kaki kiri

Duduk Iftirasy atau duduk diantara dua sujud

Bangun dari sujud dengan membaca Allahu akbar.

Pantat diletakkan ditelapak kaki kiri.

Kedua tangan diletakkan dipaha.

Ujung jari tangan mengarah ke kiblat.

Kemudian membaca bacaan duduk diantara dua sujud.

 

Duduk tahiyat awal

Sesudah bangun dari sujud kedua tidak berdiri tetapi duduk seperti iftirasy.

Telunjuk tangan kanan menunjuk kearah kiblat.

Kemudian membaca bacaan tasyahud awal.

 

 

 

Duduk tawaruk atau tahiyat akhir

Duduk dengan kaki kiri dimasukkan dibawah kaki kanan. Kemudian membaca bacaan tasyahud akhir.

 

 

Salam

Mengucapkan السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتَهُ sambil kepala menengok kekanan hingga pipinya kelihatan dari belakang. Kemudian membaca salam kedua sambil menengok kekiri.

 

 

 

 

KALIMAT TAYYIBAH HAMDALAH

A. Arti Kalimat Tayyibah Alhamdulillah

Allah menciptakan manusia dengan bentuk fisik yang paling sempurna.

Manusia berbeda dibanding makhluk lainnya.

Manusia dianugerahi akal untuk berfikir.

Manusia juga diberi hati untuk membedakan yang baik dan yang buruk.

Karena itu kita harus bersyukur kepada Allah.

Bersyukurlah dengan mengucap Alhamdulillah.

Manusia tidak perlu menghitung nikmat yang telah diberikan Allah.

Karena nikmat Allah begitu banyak sehingga manusia tidak akan mampu menghitungnya. Seperti firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 34:

Artinya : “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.”

Sebagai hamba yang perlu dilakukan adalah bersyukur dan memuji Allah.

Sesungguhnya Allah akan menambahkan nikmatnya kepada orang-orang yang bersyukur.

Sebaliknya ingkar atau kufur nikmat akan membuat kita terkena azab dari Allah. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Ibrahim  ayat 7 :

“dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Alhamdulillah adalah kalimat tayyibah yang berarti segala puji bagi Allah.

Bacaan lengkapnya adalah Alhamdulillahirabbil’alamin.

Alhamdulillah artinya segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam.

Alhamdulillah juga dinamakan bacaan Tahmid atau hamdalah.

Kalimat Alhamdulillah terdiri dari tiga kata Alhamdu, li dan Allah.

Alhamdu yang artinya yang artinya segala puji.

li artinya pengkhususan bagi Allah.

Segala puji-pujian hanya untuk Allah.

Tidak ada yang lain yang berhak mendapatkan pujian itu.

Misalnya, kita memuji arsitek karena telah merancang bangunan yang besar.

Tetapi coba kita pikirkan lagi, dari mana arsitek tersebut mendapatkan ide membuat bangunan tersebut.

Tentunya Allah yang telah memberinya ide.

Oleh sebab itu jika kita dipuji-puji orang, janganlah kita menjadi sombong.

Karena manusia dihadapan Allah sangatlah kecil.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

seperti dalam firmannya :

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

 

B. Waktu Pengucapan Kalimat Tayyibah Alhamdulillah

Waktu pengucapan Kalimat Tayyibah Alhamdulillah, antara lain :

  1. Alhamdulillah diucapkan ketika ketika kita memperoleh nikmat dari Allah. Nikmat adalah sesuatu yang menyenangkan. Misalnya kita mendapat hadiah, kabar gembira, kebaikan atau kelebihan rezeki kita harus mengucap Alhamdulillah. Setiap hari kita mendapatkan nikmat Allah. Contohnya nikmat sehat. Ketika kita sembuh dari sakit kita harus bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah.
  2. Disetiap salat kita juga membaca Alhamdulillah. Yaitu ketika kita membaca surat Al-Fatihah.
  3. Dalam dzikir sesudah salat kita mengucap Alhamdulillah. Bacaan Alhamdulillah diucapkan sebanyak 33 kali.
  4. Alhamdulillah juga menjadi bacaan pamungkas usai melakukan pekerjaan. Misalnya setelah belajar dan mengerjakan PR.
    1. Ketika terhindar dari malapetaka, kita juga mengucapkan Alhamdulillah. Misalnya ketika kita selamat dari bencana gempa dan tsunami.
    2. Ketika bersin kita juga mengucapkan Alhamdulillah

Alhamdulillah sebaiknya tidak hanya diucapkan dibibir saja.

Tetapi harus diikuti dengan perbuatan yang baik.

Misalnya kita mendapat kelebihan rezeki, kita bersyukur kepada Allah dengan mengucap Alhamdulillah.

Kita juga harus menyedekahkan kelebihan harta kita kepada orang-orang miskin.

Selain itu kita juga wajib mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan selalu bersyukur kita akan terhindar dari sifat sombong.

Karena itu Allah selalu memerintahkan hamba-Nya untuk selalu bersyukur kepada Allah.

Seperti dalam firman-Nya dalam surat An-Naml ayat 93 yang berbunyi :

“Dan Katakanlah: “Segala puji bagi Allah…..”

Bersyukur tidak boleh kepada selain Allah.

Karena orang yang memuja selain Allah dinamakan Musyrik.

Kelak akan mendapatkan siksa diakhirat nanti.

ASMAUL HUSNA (Al-Quddus, Al-Muhaimin, Ash-Shamad dan Al-Badi’)

A. Arti Asmaul Husna

Menurut bahasa asmaul husna berarti nama-nama yang baik.

Sedangkan menurut istilah berarti nama-nama baik yang dimiliki Allah.

Sebagai bukti keagungan dan kemulian-Nya.

Asmaul husna dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Hasyr ayat 24 :

Asmaul husna berjumlah 99.

Seperti dalam sabda Rasulullah SAW. :

اِنَّ اللهَ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ اِسْمًا مِائَةً اِلاَّ وَاحِدً مَنْ اَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya : Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama yaitu 100 kurang satu. Siapa menghafalkannya masuk syurga (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).

Kita diperintahkan berdoa dengan menyebut asmaul husna.

Seperti dalam firman Allah dalam surat al-’Araf ayat 180

Artinya : “Hanya milik Allah asmaa-ul husna Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Dengan membaca asmaul husna hati menjadi tenang.

Dengan mengamalkan asmaul husna kita akan terhindar dari sifat tercela.

Diantara asmaul Husna adalah  :

  • Ar-Razzaq
  • Al-Mughni
  • Al-Hamid
  • Asy-Syakur

 

B. 4 Asmaul Husna

Al-Quddus

Al-Quddus artinya Maha Suci.

Allah tersucikan dari segala macam kekurangan.

Allah suci dari sifat keji, jahat dan hal negatif lainnya.

Allah tidak mempunyai istri dan anak.

Allah juga tidak memiliki kecacatan.

Tidak ada yang bisa menyerupai Allah.

Semua makhluk harus tunduk kepada Allah.

Menyembah selain Allah disebut syirik.

Sedangkan pelakunya disebut musyrik.

Perbuatan syirik akan mendatangkan dosa.

Dan pelakunya akan masuk neraka.

Al-Quddus juga berarti Maha Tinggi dan Maha Agung.

Mensucikan Allah adalah Ibadan yang agung.

Semua makhluk didunia ini selalu bertasbih kepada Allah.

Seperti firman-Nya dalam surat al-Jumu’ah ayat 1

Artinya : “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, yang Maha Suci, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Dan surat al-Isra ayat 44 :

Artinya : “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Jika hewan dan tumbuhan saja berzikir.

Maka manusia sebagai makhluk Allah yang mulia harus taat kepada-Nya.

Manusia harus selalu menebarkan kebaikan.

Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya

Itulah ciri-ciri orang yang bertaqwa.

Bertasbih adalah salah satu cara mensucikan Allah.

Dengan bertasbih bisa mendekatkan diri kepada Allah.

Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu bertasbih kepada-Nya.

Mereka mensucikan nama Allah dengan mengucap :

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ المََْلاَ ئِكَةِ وَالرُّوْحِ

”Maha suci Allah Tuhan yang menguasai seluruh malaikat dan roh”

Al-Muhaimin

Kata al-muhaimin berasal dari kata haimana yuhaiminu.

Al-Muhaimin artinya memelihara atau menjaga.

Al-Muhaimin bisa juga diartikan menjadi saksi.

Zat yang membenarkan atau menyalahkan.

Kata al-Muhaimin muncul dalam al-Qur’an sebanyak dua kali.

Pertama sebagai sifat al-Qur’an dalam surat al-Maidah ayat 48 :

Artinya : “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu….”

A-Qur’an menjadi saksi atas kitab-kitab terdahulu.

Kedua sebagai sifat Allah dalam surat al-Hasyr ayat 23 :

Artinya : “Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

Allahlah yang memelihara seluruh makhluk-Nya.

Baik keselamatannya maupun kesejahteraannya.

Kekuasaan Allah sangatlah luas.

Tidak ada makhluk yang dapat menandinginya.

Allahlah yang menciptakan langit dan bumi.

Manusia harus selalu berbuat baik.

Karena Allah maha melihat dan maha mendengar.

Allah bisa mengetahui peristiwa dimasa lalu, kini dan masa depan.

Tidak ada tempat sembunyi bagi kita.

Sebagaimana firman Allah dalam surat al-An’am ayat 10 :

Artinya : “Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa Rasul sebelum kamu, Maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka Balasan (azab) olok-olokan mereka.”

Apabila kita berbuat kesalahan harus segera bertaubat.

Serta mengganti dengan perbuatan yang baik.

Setiap perbuatan kita diawasi oleh Allah.

Kelak Allah akan meminta pertanggungjawabannya.

Orang yang baik akan mendapat balasan surga.

Sedangkan orang yang jahat akan mendapat balasan neraka.

 

Ash-Shamad

Ash-shamad adalah zat yang dituju dalam setiap kebutuhan.

Allah tempat meminta pertolongan disetiap kesulitan.

Allah maha perkasa. Dia tidak makan dan minum.

Allah tidak pernah sakit seperti manusia.

Allah tidak memerlukan siapapun.

Sebaliknya manusia selalu memerlukan Allah.

Kata ash-shamad hanya disebutkan satu kali dalam al-Qur’an

Yaitu dalam surat al-Ikhlas ayat 1-4 :

Artinya :

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Allah tempat bergantung segala sesuatu.

Bergantung kepada Allah bukan berarti kita tidak boleh berusaha.

Kita harus tetap berusaha serta berdoa kepada Allah.

Bila kita bergantung kepada Allah.

Kita akan menyadari bahwa Allah maha berkuasa.

Sifat ash-Shamad menandakan bahwa kekayaan Allah tidak akan habis.

Meskipun sudah dibagikan untuk kebutuhan makhluknya.

Manusia tidak boleh meminta kepada selain Allah.

Misalnya meminta pertolongan setan dan sebagainya

Karena hal itu termasuk perbuatan syirik.

Syirik akan mendatangkan dosa.

Kelak pelakunya akan disiksa didalam neraka.

 

Al-Badi’

Al-Badi’ adalah zat yang menciptakan sesuatu tanpa didahului.

Allah tidak dilahirkan karena itu Allah tidak mempunyai orang tua.

Allah maha Esa dan maha Tunggal.

Baik zatnya, sifatnya maupun perbuatan-Nya.

Allah yang menciptakan semua makhluk didunia ini

Dan manusialah yang diciptakan dalam bentuk yang paling baik.

Untuk itu kita harus banyak bersyukur kepada Allah.

Dengan tidak menyekutukan-Nya.

Dia juga yang menumbuhkan pepohonan.

Menciptakan mata air, menurunkan hujan dari langit.

Semuanya untuk kebutuhan manusia.

Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 117 :

Artinya : “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah ia”.

 

Design a site like this with WordPress.com
Get started